Tampilkan postingan dengan label Vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vacation. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2012

My First Trip to Singapore


Singapore, selama ini cuma bisa ngebayangin aja kayak gimana sih Singapore itu. Kalo denger cerita dari temen2 yang pernah kesana bilang Singapore itu keren tata kotanya rapi & bersih, orang2nya tertib & disiplin. Akhirnya kesampaian juga buat ngebuktiin semua cerita itu. Persis tanggal 13 Juli 2012 sebelum subuh udah meluncur ke Airport maklum pakai penerbangan paling pagi by China Airlines pk. 06.10. Perjalanan hampir sktr 1,5 jam ga kerasa sudah sampai di Changi Airport. Sebenernya di Changi bukan yang pertama kali karena biasanya cuma transit sebentar aja trus pindah gate langsung cabut. Tapi kemarin akhirnya bisa puas keliling airport. Tepat 09.30 pesawat mendarat dengan mulusnya di Changi dan sejak saat itu petualangan dimulai. Rute pertama keliling airport dari terminal I, II, III semua tempat didatangi mulai dari taman anggrek, play ground anak, food court 24 hours semua sudut sudah didatangi. Buat yang pertama kali datang di Singapore ga perlu khawatir tersesat di airportnya karena penunjuk arahnya cukup jelas dan banyak tersebar desk information yang siap membantu karena beberapa
dari mereka masih bisa bahasa melayu so don't worry kalo misal kita ada keterbatasan bahasa. Untuk pindah terminal kalo pengen sambil olahraga kita bisa jalan kaki tapi kalo pengen lebih cepat bisa pakai Skytrain yang menghubungkan antar terminal. Puas berkeliling di dalam airport sekarang waktunya berpetualang keluar.
UNIVERSAL  STUDIO


Transportasi untuk keluar airport ada 3 macam : Bus, Taxi atau yang paling hemat bisa dengan MRT. Stasiun MRT ada di terminal II lantai paling bawah. Untuk tiketnya bisa didapat dengan cara pembelian via Tiket Machine, kita cukup pilih Buy Single Ticket ----> pilih tujuan ----> masukkan uang sesuai dengan tarif yang tertera ----> akan keluar tiket bentuknya seperti kartu ATM dan siap untuk digunakan. Biaya untuk tiket MRT ditentukan oleh tujuan yang kita pilih.  Rute pertama yang aku pilih waktu itu Harbour Front karena udah penasaran pengen ke Sentosa Island. Rute pertama Changi ----> pindah train di Tanah Merah ----> Doby Ghout ----> Harbour Front. Sampai di Harbour Front kita masuk di area Vivo city mall langsung deh naik ke lantai paling atas menuju Stasiun Sentosa Island disitu kita juga harus beli tiket hrgnya $ 3,5 (SGD). Di Sentosa Island sendiri ada 3 stasiun, Stasiun pertama tempat Universal Studio, Imbian Station, Stasiun ke 3 tempat kita bisa menyaksikan Song of The Sea. Tempat yang paling bikin penasaran Universal Studio lokasinya cukup luas disitu kita bisa melihat part of Hollywood Movie, juga ada Casino, Duplikat   Merlion dan Lake Of Dreams. Setelah Puas di Universal langsung lanjut perjalanan by MRT lagi Harbour Front ----> China Town ----> Little India. China Town kita bisa menikmati bangunan2 ciri khas China dan juga ada mall People Park Centre, kalau yang mau cari oleh-oleh bisa didapat disini. Puas di China Town langsung ke Little India pusat tempat tinggal orang India. Berada di Little India serasa berada di Bollywood hehehehehe... Di Little India nih tak disangka ketemu sama pegawai MRT yang bersedia untuk jadi penunjuk jalan dan menemani perjalanan hehehehe akhirnya ga perlu keliling sendiri dan ga sampai tersesat. Puas di Little India tujuan selanjutnya menuju hotel di Fragarance Hotel Classic di Balesteir 418. Little India ----> Novena ----> baru deh tukar bus tujuan Balesteir. Untuk Balesteir kita bisa naik bus no 21 atau 131, enaknya lagi di setiap halte ada daftar nama jalan2 yg dilalui oleh bus tsb dan ada tarifnya jadi untuk pendatang ga akan kebingungan. Akhirnya sampai hotel juga langsung deh tergeletak karena kecapaian tapi puassss banget bisa keliling2 apalagi baru pertama kalinya hehehehe..

  
Hari ke 2 cuaca agak ga bersahabat hujan turun dari pagi untungnya lokasi hotel tidak terlalu jauh dari mall dan ada McD 24 jam so breakfastnya cukup di McD aja. Baru deh agak siang check out hotel langsung naik bis balik ke Novena. Tujuan hari itu Esplanade dan Marina Bay Sands. Dari Novena ---->Doby Ghout ----> Esplanade. Di Esplanade kita bisa mengunjungi Monumen Perang trus kita bisa jalan kaki menuju Singapore Flyer atau ke Marina Bay Sands. Meski sambil diterpa hujan gerimis acara jalan-jalan tetep dilanjut. Puas sudah berkeliling tujuan terakhir langsung ke airport : Esplanade ----> Paya Lebar ----> Tanah Merah ----> Changi. Meskipun cuma semalam di Singapore tapi puas rasanya bisa bertualang seorang diri dan sangat berkesan. Semoga bisa balik kesana lagi hehehheeheh www.ngarep.com 

Jumat, 08 Juni 2012

What A Great Trip @Istanbul, Turkey


Akhirnya impian buat bisa pergi ke Istanbul, Turkey kesampaian juga setelah beberapa tahun terakhir ini sudah terbayang-bayang kapan ya bisa kesana. Meski perjalanan ini masih berkaitan dengan pekerjaan tapi kapan lagi bisa pergi liburan gratis, nungguin undian berhadiah juga kecil kemungkinannya jadi nikmati aja hehehehe.

Tanggal 3 Juni 2012 kemarin awal perjalananku menuju belahan negara lain. Tepat jam 8 malam akhirnya take off meninggalkan landasan Soekarno Hatta menuju Turki tapi sebelumnya pesawat transit dulu selama kurang lebih 20 menit sebelum akhirnya perjalanan dilanjut. Hampir 12 Jam lamanya ditempuh lewat udara akhirnya tanggal 4 Juni 2012 tepat pukul 06.10 sampai juga di Atatürk Airport (Istanbul). Suasana kedatangan begitu hiruk pikuk, ratusan orang berhamburan menuju imigrasi. Sebelum menuju imigrasi kita harus membayar visa di loket yang ada biayanya sebesar $ 25. Setelah dapat visa baru deh antri di Imigrasi. Yang membedakan airport Istanbul dengan di Indonesia kalau disini untuk trolly bagasi kita bisa ambil dengan bebas, kalau di Istanbul trolly tersebut ada rantainya dan untuk melepaskannya kita mesti masukkan uang koin sebesar 1 Lira (mata uang Turki). Kursnya $ 1 = 1,864 lira (perkiraan kurs sekitar tgl 4 s/d 6 Juni 2012). Setelah sarapan akhirnya perjalanan dimulai. Tempat wisata yang pertama kali dikunjungi Suleymaniye Mosque yang dirancang oleh Mimar Sinan yakni arsitektur yang ahli & terkenal di zamannya. Suleymaniye Mosque merupakan masjid terbesar yang menjadi panutan bagi pembangunan masjid -  masjid yang ada di Istanbul sehingga semua masjid yang ada di Istanbul memiliki kubah dan gaya arsitektur yang sama. Masjid ini memiliki ciri tersendiri yaitu memiliki empat menara dan sepuluh balkon. Ini mempunyai arti bahwa Sulaiman merupakan sultan keempat di Istanbul dan raja kesepuluh dalam Kerajaan Ottoman. Setelah puas berkililing wisata dilanjutkan ke Istana Topkapi yang saat ini menjadi Museum. Istana Topkapi yang merupakan tempat tinggal para sultan Kerajaan Ottoman. Bangunan ini terbagi atas empat bagian besar dan tiga gerbang utama. Pada saat memasuki gerbang pertama kita akan menemui ada tentara yang berjaga lengkap dengan seragamnya. Adapun hal ini merupaka simbol bahwa dulunya kepemimpinan di Turki adalah kerajaan. Bagian pertama istana terdapat sebuah gereja yang dibangun orang Romawi dan kini difungsikan sebagai gedung teater.Bagian kedua istana terdapat harim section atau tempat tinggal para istri sultan. Untuk masuk kdsana kita harus membeli tiket masuk lagi.  Bagian ketiga Istana Topkapi terdapat sekolah khusus untuk  murid berumur 10 tahun. Anak-anak tersebut dipilih oleh sultan dari berbagai pelosok Turki. Sementara tempat tinggal para sultan berada di kawasan keempat. Tempat ini biasanya digunakan sultan untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadan. Di Istana Topkapi juga dipamerkan berbagai macam perhiasan & peninggalan dari para Sultan Kerajaan Ottoman. Setelah puas berkeliling akhirnya langsung lanjut untuk chebk in hotel. Kebetulan hotel tempat rombongan menginap di lokasi yang sangat strategis
yaitu di Kent Hotel 15 menit dari Blue Mosque, Saint Sophia, Topkapi palace, Hippodrome, Grand Bazaar dan lainnya. Selain itu persis di depan hotel ada halte Trem yang selalu lewat setiap 3 menit atau 7 menit sekali. Untuk bisa menikmati fasilitas Trem ini cukup dengan 2 Lira kita bisa menuju Ortakoy, Galatasaray, Beyazit, Taksim dan beberapa wilayah lainnya tanpa harus terjebak macet. Hari pertama usai juga tournya time to take a rest.

5 Juni 2012 setelah sarapan tour dimulai lagi. Yang pertama dilakukan mengarungi Terusan Bosphorus yang biasanya dikenal dengan Bosphorus Cruise dengan kapal yang sudah disewa. Pemandangan sepanjang selat Bosphorus begitu memukau, perpaduan birunya air serta bangunan yang penuh nilai arsitektur diiringi hembusan angin menambah suasana semakin menyenangkan.Kita bisa menyusuri terusan yang menghubungkan Laut Mati dan Laut Marmara tersebut waktu tempuh 1,5 jam.Selama perjalanan kita akan dimanjakan dengan keindahan bangunan bersejarah di sepanjang terusan. Salah satu contohnya, Galasa Tower yang digunakan pendatang Jenewa untuk mengawasi kapal-kapal mereka. Kita  juga bisa melihat Istana Dolmabache dari kejauhan. Kapal ini nantinya akan melintas di bawah Jembatan Bosphorus yang dibangun pada 1973. Jembatan ini merupakan penghubung antara Turki sisi Asia dan
Gereja Saint Sophia
sisi Eropa, di mana Turki terletak di kedua sisi benua tersebut. setelah puas acara dilanjutkan menuju Gereja Santa Sofia yang dibangun pada 532 SM pada masa kerajaan Romawi. Namun ketika Kerajaan Ottoman berkuasa, gereja ini beralih fungsi menjadi masjid. Bangunan ini bertahan hingga datangnya era Renaissance. Hingga akhirnya, Mustafa Kemal Ataturk mengubah bangunan ini sebagai museum pada 1933. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Biru atau Blue Mosque  yang mana arsitekturnya begitu indah. Disebut Masjid Biru karena bagian dalam Masjid ini penuh dengan keramik berwarna biru. Yang membedakan masjid ini dengan yang lainnya yaitu Masjid ini memiliki 6 menara. Di antara Blue Mosque dan Saint Sophia merupakan Hippodrome yang mana dahulu Hippodrome ini merupakan area pertandingan bagi para Gladiator tapi sekarang hanya tersisa 3 tugu. Puas menikmati arsitektur bersejarah tiba saatnya berburu souvenir di Grand Bazaar. Sebenarnya Grand Bazaar sendiri barang-barang yang dijual relatif mahal tinggal bagaimana kita pintar menawarnya. Beraneka pernak pernik dijual disana mulai dari harga 1 lira sampai dengan ratusan.

6 Juni 2012 hari terkahir di Istanbul. Sisa waktu yang ada aq manfaatkan untuk berjalan-jalan menyusuri Taksim Square yang merupakan pusat keramaian. Ditengah-tengah ada trem listrik kuno yang setiap beberapa menit akan melalui jalanan tersebut. Di sepanjang jalan banyak kafe dan toko-toko. Selain itu di sore hari biasanya banyak musisi jalanan yang menunjukkan kepiawaian mereka di muka umum.Selain itu tepat pada hari itu dibawah Galasa Tower ada panggung Kebudayaan dari berbagai negara jadi semakin seru sore hari itu. Puas berkeliling akhirnya tiba saatnya untuk bersiap-siap menuju Airport kembali ke Tanah Air. Rasanya belum puas berkunjung ke Istanbul begitu banyak keindahan yang terpendam disana. See you next time, hope i'll be back soon. Thank you to Ender (yang sudah memandu perjalanan kali ini), Randy (yang sudah menjadi penerjemah bagi rombongan). I will miss Turkey.

Senin, 07 Desember 2009

Jatim Park Story


6 Desember 2009, tepat pkl 08.00 meluncurlah bus menuju Jatim Park di kota Batu. Liburan kali ini agak beda krn perginya sm temen2 kakakku yg notabene semuanya dulu kakak kelas waktu SMA. Bisa dibayangkan gmn ributnya sepanjang perjalanan, celotehan ga ada hentinya. Akhirnya tepat jam 10.00 nyampe jg di Jatim Park meski matahari lumayan terik, tp semangat u/ bermain2 menikmati wahana yg ada tetap berapi - api :D. Dasar semuanya paling doyan kalo difoto, alhasil hampir setiap sudut yg menarik langsung ambil pose yg paling OK. Aq sndr sempet nyobain Spinning Coaster, Dropp Zone, Mini Jet Coaster, Columbus, sm Bom2 Car. Pengennya sih nyobain Flying Fox tp apa daya udah capek bgt jd ya dibatalin dulu deh. Puas seru2an di Jatim Park akhirnya balik deh ke Surabaya tp sebelumnya mampir dulu di Taman Dayu buat makan, hbs waktu di JP keasyikkan main jd pd lupa makan. Hmmm nice holiday jd pengen liburan lg nih..hehehehe...


Kamis, 18 September 2008

Gara2 Ayat-Ayat Cinta bs Pergi ke Cairo








Percaya ato tidak novel & film Ayat-ayat Cinta bener2 suatu karya yg spektakuler. Dimana-mana hampir semua orang memperbincangkan cerita itu. Meskipun novelnya sudah menjad Best Seller lebih dulu tapi begitu film-nya beredar semakin gencar perburuan pencinta novel u/ mendapatkan novelnya. Aq sendiri pertama kali baca novel Ayat-Ayat Cinta th 2006, itupun karena dipinjami teman. Waktu itu baca novelnya karena penasaran, apalagi cover depannya seorang wanita bercadar. Begitu mulai baca novel itu rasanya ikut tersedot ke dalam alur ceritanya. Aq bener2 salut sm Kang Abik krn mampu menghasilkan suatu Novel yg bermutu. Sejak saat itu sempat terbersit keinginan kapan ya bisa ke Cairo, Mesir. Kapan ya bisa melihat scr langsung kemegahan Pyramid. At that time I think that's just a dream. It's impossible to make it real, coz it need much money to make itcome true. Sampai akhirnya film Ayat-ayat Cinta dirilis rasa penasaran & keinginan u/ pergi kesana semakin besar tp aq tetap berfikir jernih anggap aja itu semua hanyalah sebuah impian. Hingga suatu hari semua itu bs terwujud tepatnya di bulan April tgl 7 aq dpt kesempatan u/ pergi kesana. It's just like a dream, unbelieveble. Apalagi semuanya free krn emang ada tugas kesana.

Ternyata Ayat-ayat Cinta memberi dampak positif u/ tourism di Cairo, Mesir. Why I said like this, karena dr rombongan yg pergi bareng aq mayoritas alasan mereka ke Cairo, Mesir u/ membuktikan scr langsung apa yg ada di Novel itu. Sepanjang perjalanan mereka bertanya-tanya yg mana kampusnya Fahri, yg mana Doki, Hadayek Helwan dan segala macam yg ada kaitannya dengan Ayat-Ayat Cinta. Dalam hati waktu itu aq cm bs berkata betapa hebatnya novel karya Kang Abik dan film besutan Hanung Bramantyo krn mereka berhasil membuat penasaran sekian banyak orang akan Cairo. Betapa beruntungya mereka yg bs wisata kesana krn semua itu butuh biaya yg ga dikit, buat y blom pernah kesana jangan khawatir krn kalian bs cari informasi di internet dan mencoba membayangkan jika kalian berada disana hehehehe... Berkhayal sedikit ga masalah kan.

Kota Cairo sebenarnya terbagi menjadi 2 yaitu Cairo lama dan Cairo Baru..(ini info dr Guide & Penerjemah yg waktu itu memandu rombongan, thanx for Mrs. Shrouk & Ahmad). Tata kota di Cairo Baru lebih rapi & msh banyak penghijauan, hal ini dikarenakan kawasan Cairo baru merupakan kawasan elite dan pemerintahan jd pemandangannya lebih indah krn banyak tanaman di pinggir jalan maklumlah namanya juga orang Indonesia kita terbiasa melihat yg seger2... Sementara di Cairo lama kondisinya berbalik dr Cairo Baru, yg namanya penghijauan tidak terlalu banyak. Tapi justru di Cairo Lama ini pusat pariwisata berada. Kebetulan waktu itu aq nginep di Nabila Hotel yg lokasinya cukup strategis krn u/ akses ke Pyramid & Museum tdk terlalu jauh.

Tempat yg aq kunjungi pertama kali yaitu Pyramid, waktu liat langsung aq sempat bengong melihat kemegahannya. Bayangkan aja di jaman dulu sdh ada sistem rancang bangun seperti. Pyramid itu tinggiiiiiiiiiiiii sekali, dan disusun dr batu2 yg besar sekali. Pyramid sendiri merupakan makam Raja Mesir yg di dlmnya selain disimpan mayat sang Raja yg telah dibalsam juga tersimpan harta bendanya. Maka ga heran kalo sebagian batu ada yg hilang karena ada para pencuri yg berusaha masuk ke dalam Pyramid u/ mencuri harta benda sang Raja. Kemudian aq melanjutkan perjalanan menuju Sphinx (Singa berkepala Manusia) yg merupakan patung penjaga Pyramid. Sphinx itu sndr jg terbuat dr batu-batu. Setelah lelah berpanas-panas di padang pasir aq melanjutkan perjalanan ke Parfume Centre. Disana disajikan ice cream, teh khas mesir, sirup scr gratis. Yg membedakan parfume di Mesir dg yg biasa kita kenal krn parfume Mesir msh asli & belum dicampur alkohol. Wanginya memang beda & tentu saja harganya juga beda loh, tp kualitasnya memang bagus kok. Selain itu disitu juga dijual aneka botol parfume yg bentuknya unik2 & lucu. Harganya pun macem2 tergantung ukuran dan ukirannya. Setelah itu aq pergi ke pusat Papyrus tempat pembuatan Papyrus. Disna kita bs lihat scr langsung proses pembuatan papyrus. Papyrus sndr merupakan lembaran kertas yg dibuat dr salah satu jenis tumbuhan mungkin kalo di Idonesia kita biasa menyebutnya Alang-Alang. Tanaman itu dibagi menjadi bbrp bagian kemudian di pres u/ dibuang kandungan airnya kemudian disusun satu persatu hingga terbentuk menjadi selembar kertas. Baru kemudian digambar beraneka macam mulai Asmaul Husna, gambar khas Mesir dll. Harga yg ditawarkan beragam mulai $20 sampai $150 tergantung ukuran. Yang pasti waktu berada di Pusat Papyrus rasanya pengen beli semua hbs bagus-bagus sih hehehe... Setelah lelah seharian akhirnya kembali ke hotel buat istirahat biar besok seger lagi waktu tour babak kedua.

Hari kedua di Cairo tanggal 8 April 2008, first location yg aq kunjungi yaitu The Egyptian Museum, disini kita bisa lihat mumi dg live (konser kali hehehe). Satu peraturannya kalo mau masuk museum semua kamera & video hrs dititipkan tdk boleh dibw masuk ke dalam. Museum disana besar banget terdiri dari 2 lantai. Kita bs lihat kubur batunya ato biasa dikenal dg sarkofagus. Selain itu kita juga bs lihat mumi-nya Fir'aun cm hrs byr lg besarnya 100 poundsterling cairo. Kalo disana museum bener2 bs menjadi komoditas wisata yg cukup diminati wisatawan, beda dg museum di Indonesia yg notabene bs diitung jari jumlah pengunjungnya. Setelah puas keliling2 museum perjalanan dilanjutkan ke Masjid El Emam el Shafei (tempat makam Imam Syafi'i berada). Di sana kita bs berziarah di makam Imam Syafi'i & juga bs melihat batu yg konon merupakan bekas tapak kaki Nabi Muhammad SAW dan baunya harum bukan karena parfum. Kemudian lanjut ke Masjid Sayeda Zainab dan berakhir di Masjid Al Azhar dan shopping di Bazaar khan el Kalili. Di Bazaar Khan el Kalili dijual macem2 barang yg bs buat souvenir. Bentuknya juga unik2 & satu lg bs ditawar kok. Setelah puas shopping masih ada satu tempat lg yg ga kalah menarik namanya Dinner Nile Cruise(Makan Malam di atas Kapal Pesiar menyusuri Sungai Nil). Tarifnya u/ jumlah sktr 10-20 orang sktr $ 40/pax, kalo diitung-itung memang lumayan tp kalo sdh merasakan kita bakal puassssssss. Di kapal pesiar bukan cm makan malam tp tamu juga bakal disuguhi tari perut khas mesir & satu tarian lg yg aq lupa namanya. Selain itu pemandangan di atas kapal pesiar waktu menyusuri sungai Nil bener2 indah & bisa dibilang romantis hehehe. Jadwal pelayaran u/ Dinner Nile Cruise ada 2 sesi, sesi 1 start jam 19.00 - 21.00, sesi 2 start 21.00 - 22.00. Setelah itu back to hotel deh buat istirahat krn msh ada hr esok buat keliling lg.

Hari terakhir di Cairo tanggal 9 april, tersisa 1 tempat yg hrs dikunjungi yaitu The Citadel (Benteng Salahudin) & Moh Aly Mosque. Di tempat ini viewnya bagus bgt, dan masjidnya juga merupakan duplikat dr Blue Mosque yg ada di Istanbul, Turki. Masjidnya bagus banget cm memang bangunannya sudah kuno tp tetep indah kok. Selain itu di Citadel kita jg bs foto2 dg busana khas Mesir tarifnya sktr 30 - 50 Poundsterling. Finally perjalanan ke Cairo berakhir juga, banyak kenangan yg tersimpan, kalo aja ada kesempatan buat balik kesana so pasti seneng banget. Just info mata uang disana pake Poundsterling Cairo kursnya $1 = 5,1 poundsterling. Kalo mau pergi kesana bawa aja mata uang USD itu lebih safe krn kalo bw rupiah mereka tdk menerima.